Laman

Jumat, 20 Juli 2012

PERIBAHASA ORANG SUNDA


Maung ngamuk gajah meta
Ada kerusuhan atau kekacauan

Geulis kawanti-wanti endah kabina-bina
/ Geulis bawa ngajadi endah bawa ti kudrat
-- sangat cantik tak terlukiskan

Di dinding kelir di sindang siloka
-- diibaratkan dengan kiasan

Kakoncara kamana-mana, ka jamparing angin-angin
-- Sudah sangat terkenal

Geletuk batuna, gejebur caina
-- Keputusan akhir

Indung tungkul rahayu, bapa tangkal darajat
-- Orangtua harus dihormati

Tunggul di parud, catang di rumpak
-- Menyingkirkan semua rintangan

Inggis ku bisi, rempan ku sugan
-- Khawatir yang berlebihan

Takdir teu bisa dipungkir, qadar teu bisa di singlar
-- Tidak bisa menghindari nasib/takdir

Legok tapak genteng kadek
-- Banyak pengalaman

Urang teundeun di handeuleum sieum, Tunda di hanjuang siang
-- simpan dengan rapi

Nete taraje nincak hambalan
-- hati-hati dalam bersikap

Carincing pageuh kancing, saringset pageuh iket
-- Waspada

Kagunturan madu, kaurugan menyan putih
-- Bahagia sekali

Katarik ati kagendang asmara
-- Jatuh cinta

Teu unggut kalinduan, teu gedag kaanginan
-- Teguh pendirian

Cunduk waktu nu rahayu, niggang mangsa nu sampurna, niti wanci nu mustari
-- Tepat pada waktunya

Ka cai jadi saleuwi, ka darat jadi salebak
--Selalu bersama

Ngeduk cikur kedah mihatur nyokel jahe kedah micarek
--Kalau membawa sesuatu harus punya izin dari yang punya

Sacangreud pageuh sagolek pangkek
--Konsisten

Kalakuan lunca linci luncat mulang udar tina tali gadang, omat kalakuan lali tina purwadaksina
--Harus mengikuti aturan yang ada

Nyaur kudu diukur nyabda kudu di unggang
--Bercerita harus pas,bermakna

Kalakuan ngaliarkeun taleus ateul
--Menyebarkan isu atau fitnah

Bengkung ngariung bongok ngaronyok
--Harus saling bantu menghadapi kesulitan

Bobot pangayun timbang taraju
--Tindakan harus penuh pertimbangan

Séjén palid ku cikiih séjén datang ku cileuncang
--Harus ada tujuan yang pasti sebelum melangkah

Kudu nepi memeh indit
--Harus di pikirkan dulu sebelum mengambil tindakan

Taraje nangeuh dulang pinande
--Tugas harus di kerjakan karena baik dan benar

Kalakuan pagiri- giri calik, pagirang- girang tampian
--Berebut kekuasaan

Kalakuan ngukur baju sasereg awak
--Hanya melihat dari ego sendiri

Kalakuan nyaliksik ku buuk leutik
--Memperalat yang lemah          

Kalakuan keok memeh dipacok
Mundur sebelum berhadapan

Kudu bisa kabulu kabale
Harus bisa menyesuaikan diri

Kudu paheuyeuk- heuyeuk leungeun paantay-antay leungeun
Gotong royong

Kalakuan taluk pedah laér tong hoream pedah anggang laér kudu dijugjug anggang kudu diteang
Maju terus mundur

Ka cai jadi saleuwi kadarat jadi salogak
Kompak

Rabu, 04 Juli 2012

MANFAAT BUNGA EDELWEISS




Manfaat Edelweis Bagi Kesehatan memang jarang diketahui oleh para pengagumnya. Selama ini Edelweis kita ketahui hanya sebagai bunga langka yang hidup di ketinggian di atas 2000 meter di atas permukaan laut, biasanya tumbuh di wilayah puncak - puncak gunung di Indonesia dan gunung - gunung bersuhu relatif tropis. 
Dan biasanya oleh para pendaki kelas teri, di ambil dan dijadikan semacam kenangan penghias vas bunga di sudut kamar tidur.Tetapi tahukah anda, bila Edelweis memiliki manfaat bagi kesehatan? Jenis bunga ini memang terlihat rapuh, namun manfaatnya dapat mengencangkan kulit berkeriput, meningkatkan sirkulasi, mengobati iritasi, melindungi kolagen, dan mencerahkan kulit. Bunganya telah terbukti mengandung fitokimia yang mampu menghambat perkembangan radikal bebas.





Edelweis disajikan menjadi teh untuk mengobati sirkulasi yang buruk, kanker payudara, batuk dan difteri. Bahkan dibuat salep untuk melindungi kulit dari sengatan matahari, meringankan rasa sakit rematik dan membantu menyembuhkan luka.
Ada legenda di negara - negara Eropa Utara, Edelweis dapat melindungi selama di medan perang. Untuk menunjukkan cinta mereka, pria Swiss mempertaruhkan nyawa untuk memetik bunga kecil tersebut di puncak gunung.
Apapun juga, Edelweis adalah bunga abadi yang hanya bisa tumbuh di ketinggian. Tidak selayaknya apabila kita merusaknya, apalagi bila anda adalah manusia yang mengaku pecinta alam dan suka meneriakkan sapaan: Salam Lestari. Biarkan dia hidup di rumahnya. Ambil dia apabila anda menggunakan manfaatnya bagi kesehatan, bukan sebagai bunga pajangan sampai mati.

EDELWIESS SI BUNGA ABADI



Bunga abadi sebenarnya selama ini identik dengan satu nama yang mungkin asing bagi sebagian orang, yakni Anaphalis Javanica, tetapi bagaimana jika disebut Edelweis? Tentu hampir semua orang, khususnya para penggiat alam bebas pendakian gunung mengenal si bunga abadi Edelweis Anaphalis Javanica atau Edelweis Jawa. Saat pertama kali melihat bunga ini, terasa unik dengan bunga yang kecil - kecil, cantik dan tak pernah layu. Edelweis merupakan keluarga darisunflower, sedangkan kata Edelweis berasal dari bahasa JermanEdel yang berarti mulia dan weis yang berarti putih.
Anaphalis Javanica merupakan tumbuhan endemic zona alpine / Montana di berbagai pegunungan tinggi Nusantara. Tanaman ini dapat tumbuh dengan ketinggian 8 meter, dan memiliki batang sebesar kaki manusia, walaupun pada umumnya tingginya tidak lebih dari 1 meter. Tumbuhan cantik ini sekarang dikategorikan menjadi tumbuhan langka.

Jangan salah, di Eropa pun ternyata ada juga edelweis. Nama latin nya adalah Leontopodium Alpinum. Edelweis jawa termasuk tanaman endemic dan langka, berbentuk semak dengan bunga yang berumpun. Sedangkan edelweis Eropa bunganya tidak berumpun. Akan tetapi dua - duanya mempunyai kesamaan yaitu sama - sama cantik.
Leontopodium Alpinum merupakan salah satu tumbuhan gunung eropa yang terkenal. Nama Leontopodium berarti cakar singa yang berasal dari bahasa Yunani “Leon” ( berarti singa ) dan “podion” ( berarti kaki ). Daun dan bunganya ditutupi bulu - bulu putih seperti wool. Tangkai bunga edelweiss dapat tumbuh dari ukuran 3 - 20 cm menjadi 40 cm.

Masing - masing bunga terdiri dari 5 - 6 kepala bunga kuning kecil ( 5 mm ), dikelilingi oleh daun - daun muda menjadi bentuk bintang. Bunga ini akan berkembang antara bulan Juli - September. Tumbuhan ini penyebarannya bervariasi, akan tetapi lebih sering dijumpai di daerah berbatu dengan ketinggian 2000 - 2900 m.

Tumbuhan ini tidak beracun, bahkan sering dipakai dalam pengobatan tradional untuk mengobati perut dan pernafasan. Bulu - bulu tebal yang muncul merupakan adaptasi dari ketinggian tempat, dan melindungi tumbuhan dari dingin, kering, dan dari radiasi UV. Karena tumbuhan ini tumbuh di daerah yang sulit dijangkau, maka di beberapa Negara bagian alpen, tumbuhan ini dihubungkan dengan pendakian gunung.
Ternyata ada juga bunga abadi lainnya, dan itu ada di INDONESIA!

BUNGA ABADI "KERTAS" WAMENA
Jika melakukan travel ke Wamena, Kabupaten Jayawijaya, jangan lupa untuk membeli bunga abadi khas Wamena. Bunga ini diyakini bisa bertahan lama sampai bertahun - tahun seperti bunga edelweis. Bunga ini banyak ditemukan di pasar Jibama atau di toko - toko suvenir, Wamena.

Pengemasannya yang sangat sederhana, hanya dibungkus kertas koran, membuat bunga ini kurang diperhatikan para wisatawan yang berkunjung ke Wamena. Padahal seorang mantanPuteri Indonesia pada saat berkunjung ke Wamena, tahun 2007, cukup hanya membeli setangkai bunga abadi ini sebagai cendera mata khas dari Wamena ke Jakarta.

CERITA BUNGA EDELWIESS


Bunga Edelweiss dikenal dengan bunga abadi, yang hanya tumbuh di ketinggian di atas 1500 mdpl. Mereka tumbuh membentuk rimbunan kecil dipermukaan tanah. Saat bunga ini dipetik dan disimpan ditempat yang kering dan menjaga temperatur ruangan agar tetap dingin dan lembab, bunga ini tidak akan berubah warna, seolah tetap hidup dan abadi. Inilah istimewanya sehingga ia sering menjadi lambang cinta sepasang kekasih.
Pada zaman dahulu kala, ada kerajaan di puncak gunung yang dijaga oleh peri - peri salju, di sana terdapat istana yang dihuni oleh seorang Ratu Salju. Suatu hari, ada seorang pendaki yang sampai di istana itu dan bertemu dengan Ratu Salju hingga akhirnya keduanya saling jatuh cinta. Akan tetapi peri - peri penjaga istana itu iri pada sang pendaki yang mendapatkan hati sang Ratu sehingga segala macam cara dilakukan agar pendaki itu menjauh dari istana, tanpa sepengetahuan sang Ratu.

Namun pendaki itu tetap tangguh berjuang sampai akhirnya dia terjatuh ke lembah yang jauh dari istana karena peri - peri salju itu. Sang Ratu salju tak mengerti apa kesalahannya sampai pendaki itu pergi, dia sedih sekali.

Tahun demi tahun belalu. Sampai akhirnya tahu kalau pendaki itu sudah menikah dengan seorang gadis kampung biasa. Tanpa disadari, kesedihannya itu terlalu mendalam karena merasa dikhianati. Dia terus menangis dan menangis sampai tak terasa tiap tetesan air matanya berubah menjadi bulir - bulir kecil bunga yang cantik, bunga yang tak pernah layu, selalu abadi, seabadi “rasa” sang Ratu Salju pada sang pendaki. Rasa cinta dan mungkin rasa kecewanya. Bunga itulah yang kita kenal dengan bunga Edelweiss....


edelwiess, nama bunga yang diambil dari bahasa Jerman, edel = noble ( mulia ), weiss =white ( putih ).

Dari namanya, bunga ini melambangkan keagungan, kesucian, keabadian. Selain cantik, bunga lucu ini juga terjaga di puncak gunung, edisi terbatas, sulit didapatkan orang. Hanya pendaki - pendaki tangguh dan terpilih saja yang bisa melihat bunga ini. Edelweiss

Pesan buat para pendaki


Mendaki gunung, selain menikmati indahnya alam dan kekayaan aneka ragam penghuninya di jajaran alam gunung yang menjulang tinggi, ternyata banyak menyimpan bahaya yang tak bisa kita anggap tak ada atau kita remehkan. Karena jika kita kesampingkan, raga dan nyawa kita taruhannya. Yang utama adalah berhati - hati dan tingkatkan kewaspadaan dalam pendakian, walaupun kita sudah berpengalaman dalam kegiatan tersebut.

Sebelum melakukan pendakian gunung, bagi pemula sebaiknya terlebih dahulu mengikuti pendidikan dasar tentang kegiatan mendaki gunung. Hal itu penting dilakukan untuk memberi wawasan dan pengetahuan agar pemula menjadi waspada dan berhati hati dalam mendaki gunung. Jika mau mendaki gunung, mental harus siap karena segala apapun bisa terjadi di atas gunung, termasuk kehilangan nyawa.


Itu disebabkan para pemula tersebut kurang waspada dan tidak memiliki pengetahuan cukup dalam pendakian. Selain itu, ketidaksiapan fisik dan mental juga menjadi faktor yang cukup tinggi sebagai penyebab kematian para pendaki gunung. Sebab fisik dan mental yang lemah menjadi mangsa empuk alam gunung yang liar, terlebih jika mendaki gunung yang ketinggiannya lebih dari 4 ribu meter, area oksigen yang sangat tipis.

Orang - orang yang mendaki gunung diharuskan memiliki mental pantang menyerah, bersikap tenang, dan tidak mudah panik. Ingat, alam liar pegunungan tidak pernah menoleransi kekurangan - kekurangan itu. Kematian pendaki gunung juga sering disebabkan cuaca buruk. Pasalnya, cuaca di atas pegunungan sangat sulit ditebak, bahkan terkadang meski saat itu musim kemarau bisa saja di atas gunung turun hujan lebat. Cuaca buruk memang tidak menjadi penyebab langsung kematian, tetapi efek yang ditimbulkannya kerap menjadi penghalang pendakian.

Seperti jalan menjadi becek dan licin, atau udara kerap menjadi begitu dingin. Pendaki gunungjuga bisa meninggal karena tersesat. Itu bisa saja terjadi karena mungkin terpisah dari rombongan atau mencoba jalur baru. Bahkan, tersesat di gunung itu bisa disebabkan permasalahan yang dianggap sepele, yakni tidak membawa kompas. Saat orang mengalami tersesat, biasanya mereka selalu berputar - putar ke tempat yang sama. Mereka akan mengalami disorientasi, bingung, kalut tanpa persediaan makanan yang cukup. Saat itulah maut mengintip.

Karena itu tingkatkan kewaspadaan dan lebih berhati - hati serta hilangkan sifat meremehkan alam gunung. Kewaspadaan tetap harus dijaga walau pun kita sering mendaki suatu gunung. Sebab, setiap saat alam bisa berubah drastis, tanpa bisa diprediksi, untuk memperkecil risiko kecelakaan yang dapat menghilangkan nyawa, seorang pemula atau pendaki gunung mesti memperhatikan banyak hal. Misalnya, memperhatikan peralatan yang akan dibawa karena hal itu sangat penting untuk menjaga mobilitas dan stamina tubuh saat mendaki.

Barang bawaan yang terlalu berat akan mengurangi mobilitas pendaki dan menyulitkan sewaktu berjalan. Oleh karena itu, pendaki gunung disarankan untuk memiliki barang bawaan yang bisa berfungsi ganda dengan tujuan untuk meringankan berat beban yang harus dibawa. Contoh,aluminium foil, bisa untuk pengganti piring, bisa untuk membungkus sisa nasi untuk dimakan, dan yang penting bisa dilipat hingga tidak memakan tempat di carrier atau tas pendakian. Selain itu, posisi matras atau tempat tidur sebaiknya disimpan dalam carrier.

Sebab jika meletakkannya di luar, bisa mengganggu perjalanan karena dapat tersangkut pada batang pohon dan semak tinggi. Pada saat matras akan digunakan juga sudah kotor. Pendaki gunung juga harus selalu menyiapkan kantong plastik di dalam ransel. Kantong plastik akan berguna sekali sebagai tempat sampah yang harus dibawa turun dari atas gunung.

Selain itu, kantong plastik bisa digunakan untuk menyimpan baju kotor atau baju basah dan keperluan lainnya. Hal terpenting lainnya bagi pendaki gunung. Dan juga harus bisa menjaga kekompakan tim. Apabila tim tidak kompak bisa berakibat fatal dan membahayakan keselamatan seluruh anggota tim. Untuk itu, ketua atau leader dalam tim pendakian harus bisa mengayomi seluruh anggotanya

Jenis-Jenis Penyakit Gunung Dan Penanganannya


Penyakit gunung biasanya hadir di sela kita saat kita sedang aktif dalam kegiatan pendakian gunung. Sering juga kita tidak menyadarinya atau tidak mengetahuinya. Padahal, aneka penyakit gunung akan menjadi berbahaya apabila kita telah terkena dan lambat dalam penanganannya. Berikut ini untuk menambah pengetahuan kita tentang penyakit gunung dan cara penanganannya:
  •  HEAT CRAMPS


Heat Cramps atau kram karena panas adalah kejang otot hebat akibat keringat berlebihan, yang terjadi selama melakukan aktivitas pada cuaca yang sangat panas. Heat Cramps disebabkan oleh hilangnya banyak cairan dan garam ( termasuk natrium, kalium dan magnesium ) akibat keringat yang berlebihan, yang sering terjadi ketika melakukan aktivitas fisik yang berat. Jika tidak segera diatasi, Heat Cramps bisa menyebabkan Heat Exhaustion.

Gejalanya:
-Kram yang tiba - tiba mulai timbul di tangan, betis atau kaki.
-Otot menjadi keras, tegang dan sulit untuk dikendurkan, terasa sangat nyeri.

Penanganannya:
Dengan meminum atau memakan minuman / makanan yang mengandung garam.

  • HEAT EXHAUSTION


Heat Exhaustion atau kelelahan karena panas adalah suatu keadaan yang terjadi akibat terkena / terpapar panas selama berjam - jam, dimana hilangnya banyak cairan karena berkeringat menyebabkan kelelahan, tekanan darah rendah dan kadang pingsan. Jika tidak segera diatasi,Heat Exhaustion bisa menyebabkan Heat Stroke.

Gejalanya:
-Kelelahan.
-Kecemasan yang meningkat, serta badan basah kuyup karena berkeringat.
-Jika berdiri, penderita akan merasa pusing karena darah terkumpul di dalam pembuluh darah tungkai, yang melebar akibat panas.
-Denyut jantung menjadi lambat dan lemah.
-Kulit menjadi dingin, pucat dan lembab.
-Penderita menjadi linglung / bingung terkadang pingsan.

Penanganannya:
-Istirahat didaerah yang teduh.
-Berikan minuman yang mengandung elektrolit.


  •  HEAT STROKE

Heat Stroke adalah suatu keadaan yang bisa berakibat fatal, yang terjadi akibat terpapar panas dalam waktu yang sangat lama, dimana penderita tidak dapat mengeluarkan keringat yang cukup untuk menurunkan suhu tubuhnya. Jika tidak segera diobati, Heat Stroke bisa menyebabkan kerusakan yang permanen atau kematian. Suhu 41° Celsius adalah sangat serius, 1 derajat diatasnya seringkali berakibat fatal. Kerusakan permanen pada organ dalam, misalnya otak bisa segera terjadi dan sering berakhir dengan kematian.

Gejalanya:
-Sakit kepala.
-Perasaan berputar ( vertigo ).
-Kulit teraba panas, tampak merah dan biasanya kering.
-Denyut jantung meningkat dan bisa mencapai 160-180 kali/menit ( normal 60-100 kali / menit ).
-Laju pernafasan juga biasanya meningkat, tetapi tekanan darah jarang berubah.
-Suhu tubuh meningkat sampai 40° - 41° Celsius, menyebabkan perasaan seperti terbakar.
-Penderita bisa mengalami disorientasi ( bingung ) dan bisa mengalami penurunan kesadaran atau kejang.

Penanganannya:
-Pindahkan korban dengan segera ketempat yang sejuk, buka seluruh baju luarnya.
-Bungkus korban dengan selimut yang sejuk dan basah. Usahakan agar selimut tetap basah. Dinginkan korban hingga suhunya mencapai 38° Celcius.
-Saat temperatur mencapai 38° celcius, ganti selimut basah dengan yang kering, lanjutkan perawatan pada korban secara hati - hati.


  • MOUNTAIN SICKNESS


Penyebab utamanya adalah penurunan kadar oksigen didalam darah karena berada diketinggian tertentu. Faktor yang bisa menjadi penyebabnya adalah :
-Kurangnya  aklimatisasi( proses penyesuaian dua kondisi lingkungan yang berbeda ).
-Pergerakan mencapai ketinggian tertentu yang terlalu cepat.
Gejalanya:
-Pusing.
-Nafas sesak.
-Tidak nafsu makan.
-Mual terkadang muntah.
-Badan terasa lemas, lesu, malas.
-Jantung berdenyut lebih cepat.
-Penderita sukar tidur.
-Muka pucat, kuku dan bibir terlihat kebiru - biruan.

Penanganannya:
-Beristirahat yang cukup, pada umumnya gejala ini akan hilang dengan sendirinya setelah beristirahat selama 24 s/d 48 jam.
-Jika kondisi tidak membaik turunkan si - penderita dari ketinggian tersebut, sekitar 500 s/d 600 meter.


  • HYPOTERMIA

Hypotermia  adalah suatu keadaan dimana kondisi tubuh tidak dapat menghasilkan panas disertai menurunnya suhu inti tubuh dibawah 35oC. Hal tersebut disebabkan beberapa faktor, diantaranya :
Suhu yang ekstrim.
-Pakaian yang tidak cukup sehingga mengenakan pakaian basah.
-Kurangnya makanan yang mengandung kalori tinggi.

Gejalanya:
-Menggigil.
-Dingin, pucat, kulit kering.
-Bingung, sikap - sikap tidak masuk akal, lesu, ada kalanya ingin berkelahi.
-Jatuh kesadaran.
-Bernapas pelan dan pendek.
-Denyut nadi yang pelan dan melemah.

Gejalanya Dilihat dari Suhunya:
-37°: Adalah suhu normal
-36° - 35°: Menggigil dengan disertai bulu roma berdiri, namun masih bisa terkendali. Mempengaruhi gerak langkah menjadi lamban dan koordinasi tubuh mulai terganggu.
-35°: Menggigil hingga tidak terkendali
-35° - 33°: Pengambilan keputusan dan koordinasi tubuh mulai kabur, langkah kaki sering tersandung, berbicara kasar (dipaksakan untuk keras)
-33°: Tubuh semakin menggigil. Denyut nadi dan tekanan darah mulai menurun
-32° - 29°: Menggigil berhenti. Kebingungan meningkat, meracau, ingatan hilang, gerakan tersentak sentak, biji mata mulai membesar.
-29° - 28°: Otot menjadi kaku, biji mata membesar, denyut nadi melemah dan tidak teratur, tarikan nafas melemah, warna kulit tubuh kebiru biruan, tingkah laku kacau, menuju ke arah tidak sadar
-27°: Pingsan dan biji mata tidak lagi menjawab gerakan cahaya, kehilangan gerakan spontan tampak seperti telah meningal
-26°: Koma yang sangat darurat, suhu tubuh mulai menurun dengan cepat sekali
-20°: Denyut jantung berhenti

Penanganannya:


-Jangan biarkan orang yang terkena 
Hypotermia  tidur, karena hal ini dapat membuatnya kehilangan kesadaran sehingga tidak mampu lagi menggangatkan badannnya sendiri. Menggigil adalah usaha secara biologis dari badan untuk tetap hangat, karena itu usahakan untuk tidak tidur.
-Berilah minuman hangat dan manis kepada si penderita Hipotermia.
-Bila baju yang di pakai basah segera mungkin gantilah dengan baju yang kering.
-Usahakan untuk mencari tempat yang aman dari hembusan angin, misalnya dengan mendirikan tenda atau pelindung lainnya.
-Jangan baringkan si penderita di tanah dan usahakan agar memakai alas kering dan hangat.
-Masukkanlah si penderita ke dalam kantong tidur. Usahakan agar kantong tidur tersebut di hangatkan terlebih dahulu ke dalam kantong tidur tersebut. Ingat, memasukkan penderita Hipotermia ke dalam kantong tidur yang dingin tidak akan memadai karena badan si penderita tidak akan dapat lagi menghasilkan panas yang mampu menghangatkan kantong tidur tersebut.
-Letakkan yang di isi dengan air hangat (bukan panas) ke dalam kantong tidur untuk membantu memanaskan kantong tidur.
-Bila kantong tidur cukup lebar, maka panas badan orang yang masih sehat dapat membantu si penderita secara langsung, yaitu dengan tidur berdampingan di dalam satu kantong tidur. Kalau mungkin, dua orang masih sehat masuk ke dalam kantong tidur rangkap dua, kemudian si penderita di selipkan di tengah tengahnya.
-Kalau dapat buatlah perapian di kedua sisi si penderita.
-Segera setelah si penderita sadar berikanlah makanan dan minuman manis, karena hidrat arang merupakan bahan baker yang cepat sekali menghasilan panas dan energi.
  • KRAM OTOT

Penyakit ini timbul akibat kekurangan kadar garam dalam tubuh.

Gejalanya:
-Kejang - kejang pada otot yang datangnya secara mendadak.
-Nyeri pada otot yang tegang yang datangnya berulang - ulang.
-Pada perabaan otot - otot yang keram terasa tegang serta terasa benjolan - benjolan otot.

Penanganannya:
-Baringkan penderita.
-Renggangkan otot - otot yang kram dengan menarik atau mendorongnya.
-Berikan tablet garam.


  • FROSTBITE


Timbul dalam pendakian gunung es sebagai akibat membekunya sel - sel air dalam sel - sel antara kulit dan kapiler ( pembuluh darah kecil ). Karena temperature kulit dibawah 10 C

Gejalanya :
-Kulit padat, putih keabu - abuan.
-Jaringan kulit akan mengeras dan dapat meluas ke otot da selanjutnya ketulang.
-Bagian yang terkena terasa dingin bahkan mati rasa.

Penanganannya:
-Bungkus bagian yang terkena dengan bahan yang kering dan tahan air ( Water Crous ).
-Masukkan penderita kedalam tenda, lalu masukkan bagian yang membeku ke dalam air hangat bersuhu 30 C.
-Bila telah meluas, jalan satu - satunya adalah dipotong( Amputasi )
  • HIPOKSIA

Hipoksia yaitu kondisi simtoma kekurangan oksigen pada jaringan tubuh yang terjadi akibat pengaruh perbedaan ketinggian. Pada kasus yang fatal dapat berakibat koma, bahkan sampai dengan kematian. Namun, bila sudah beberapa waktu, tubuh akan segera dan berangsur - angsur kondisi tubuh normal kembali.

Efek hipoksia yang paling dini terhadap fisiologi tubuh adalah menurunnya ketajaman penglihatan di malam hari. Kecepatan paru - paru meningkat. Bila keadaan lebih tinggi lagi, ditemukan gejala seperti: rasa mengantuk, kelesuan, kelelahan mental, sakit kepala, mual dan kadang - kadang euforia atau rasa yaman yang semu.

Gejala sakit kepala memang tampak dominan. Jika berlebihan, membuat kejang clan mengakibatkan koma clan mati rasa. Pertimbangan daya ingat terhadap lingkungan menjadi berkurang, sehingga menvebabkan kurangnya kontrol terhadap gerakan motorik terganggu. Akibatnya, kemungkinan kecelakaan jauh lebih besar.

Tingkat Hipoksia
-Hipoksia Fulminan. Dimana terjadi pernapasan yang sangat cepat. Paru - paru menghirup udara tanpa adanya udara bersih ( oksigen ). Sering dalam waktu satu menit akan jatuh pingsan.
-Hipoksia Akut. Terjadi pada udara yang tertutup akibat keracunan karbon monoksida. Misalnya, seorang pendaki gunung tiba - tiba panik tatkala udara belerang datang menyergap. Udara bersih tergantikan gas racun, akhirnya paru - paru tak kuasa menyedot udara bersih. Mendadak ia pingsan.

Dampak dari Hipoksia adalah :
-Kesulitan dalam koordinasi, berbicara, dan konsentrasi
-Kesulitan bernapas, mengantuk, kelelahan dan sianosis
-Penurunan penglihatan, pendengaran dan fungsi sensorik lainnya
-Keringat dingin

Bila berlanjut dapat mengakibatkan ketidaksadaran dan akhirnya meninggal. Hal ini tergantung pada ketinggian dan kondisi pendaki.

Proses Hipoksia timbul secara perlahan. Biasanya pendaki gunung yang terlalu lama dalam perjalanan pendakian, sesampainya di rumah tubuhnya tidak bisa menerima perubahan suhu. Hipoksia yang terjadi berjalan agak lama. Tentu saja hal ini akan mengganggu proses pernapasan yang dilakukan paru - paru.

Untuk mencegah dampak buruk dari Hipoksia, para pendaki gunung yang sebelumnya mengidap penyakit jantung, pernapasan clan sirkulasi darah dianjurkan untuk tidak mencapai ketinggian yang melebihi daya tahan tubuh, Dengan demikian, sebelum mendaki gunung periksa keadaan diri. 

Cara Mengetahui Cuaca Dengan Sederhana


Cuaca dalam kegiatan alam bebas sangatlah menunjang dan berhubungan erat. Apalagi dalam kegiatan pendakian gunung. Tentu jika kita salah menafsirkan keadaan cuaca, sering fatal akibatnya. Maka ada baiknya kita tahu barang sedikit mengenai cuaca di tempat yang akan kita datangi. Cara sederhana dan bisa diterapkan di alam bebas maupun hidup sehari - hari.
Pada embun

Jika rumput kering, ini menunjukkan awan atau angin yang kuat, yang dapat berarti hujan, Sebaliknya Jika ada embun, mungkin tidak akan hujan hari itu. Namun, jika hujan pada malam hari, metode ini tidak akan dapat di gunakan. Tentu ini di gunakan pagi hari kala matahari mulai terbit.

Warna langit

Kalau Kita melihat Langit Merah saat Sore hari ( Sunset, Lihat ke arah Barat ) itu menandakan ada sistem tekanan tinggi dengan udara kering yang mengaduk partikel-partikel debu di udara, yang menyababkan langit berwarna merah. karena cuaca pergerakannya dari barat ke timur maka dapat disimpulkan bahwa udara kering tersebut sedang menuju arah kita. Langit merah di pagi hari ( sunrise ) berarti bahwa udara kering telah pindah melewati Kita, dan apa yang biasanya mengikuti balik itu ( dalam perjalanan ke arah kita ) adalah suatu sistem bertekanan rendah yang membawa kelembaban.

Bentuk dan arah awan

* Awan pergi ke arah yang berbeda ( misalnya satu lapisan akan barat, lapisan lain ke utara ) - cuaca buruk datang, mungkin hujan es.

* Awan awan hujan ( Cumulonimbus ) di pagi hari dan berkembang sepanjang hari - kemungkinan besar cuaca buruk.

* Awan Cirrus tinggi di langit seperti pita panjang - cuaca buruk dalam 36 jam berikutnya.

* Altocumulus awan seperti sisik ikan - cuaca buruk dalam 36 jam berikutnya.

Pergerakan hewan

Jika burung terbang tinggi di langit, mungkin akan ada cuaca baik
- Burung Camar cenderung untuk berhenti terbang dan berlindung di pantai jika badai akan datang.
- Hewan, terutama burung, menjadi sangat tenang segera sebelum hujan
- Sapi biasanya akan berbaring sebelum badai. Mereka juga cenderung untuk tinggal berdekatan jika cuaca buruk di jalan
- Kura - kura sering mencari tempat yang lebih tinggi ketika hujan besar akan datang. periode ini ( 1 sampai 2 hari sebelum hujan ).

Pembakaran

Asap harus naik terus. Asap yang berputar dan turun disebabkan oleh tekanan rendah ( itu berarti akan turun hujan ).

Bulan

Jika bulan berarna kemerahan atau pucat, berarti debu di udara. Tetapi jika bulan terang dan tajam terfokus, mungkin karena tekanan rendah telah membersihkan debu, dan tekanan rendah berarti hujan. Juga, sebuah cincin di sekeliling bulan ( yang disebabkan oleh cahaya bersinar melalui awan cirrostratus terkait dengan front hangat dan kelembaban ) dapat menunjukkan hujan yang mungkin akan jatuh dalam tiga hari mendatang. Ingat: Lingkaran di sekitar bulan, hujan atau salju segera

RUTE PENDAKIAN GUNUNG CEREMAI


Ada tiga pilihan jalur pendakian Gunung Ciremai, yakni melalui jalur Linggarjati Desa Linggajati Kecamatan Cilimus, jalur Palutungan Desa Cisantana Kecamatan Cigugur dan jalur pendakian Apuy Kabupaten Majalengka.

Jika ingin lebih mudah, jalur Palutungan Desa Cisantana Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, bisa menjadi pilihan. Pasalnya, jalur ini dikenal merupakan jalur pendakian track paling mudah, dengan jarak tempuh kurang lebih 10 kilometer untuk sampai ke puncak Gunung tertinggi di Jawa Barat itu.

Di sepanjang jalur terdapat sembilan pos istirahat antara lain Pos Palutungan, Cigowong, Kuta, Pangguyangan Badak, Arban, Tanjakan Asoy, Pasanggrahan, Guha Walet yang selanjutnya sampai puncak Gunung Ciremai.


Tapi jika ingin lebih menantang memang jalur pendakian Linggarjati cocok bagi anda pendaki handal. Memang jalur yang satu ini paling menantang dibandingkan jalur-jalur pendakian dua jalur pendakian lainnya, dan banyak diminati para pendaki karena merupakan track tersulit diantara jalur lainnya..


Jalur ini kurang lebih sepanjang 8,6 kilometer untuk sampai ke puncak dan terdapat sembilan pos pendakian dengan suguhan pemandangan hutan hujan yang alami. Untuk menuju jalur ini pendaki dapat melalui pintu masuk Linggarjati dan hanya jarak kurang lebih satu kilometer dari Gedung Naskah Perundingan Linggarjati.

Berbeda dengan jalur pendakian Apuy, yang dapat ditempuh dengan menggunakan dua alternatif jalan lainnya yaitu 12,5 kilometer dari Desa Babakan Kaler dan 15 kilometer dari Desa Cibuluh Kabupaten Majalengka.

Jalur pendakian ini dengan jarak kurang lebih delapan kilometer menuju puncak Gunung Ciremai, dan ada .lima pos istirahat dan dikenal track pendakian termudah sama halnya dengan jalur Palutungan

Rute pendakian jalur Linggarjati

Desa Linggarjati merupakan gerbang utama pendakian ke Gunung Ciremai. Untuk mencapainya, dari terminal Cirebon atau dari Jakarta, kita naik bus jurusan Kuningan dan turun di terminal Cilimus atau turun di pertigaan menuju pusat Desa Linggarjati, dan meneruskan perjalanan ke Desa Linggarjati dengn minibus.

Di Desa Linggarjati ini terdapat penginapan yang bertarif relative mahal (Rp 45.000 – Rp 150.000) Hotel Linggarjati (telp. 0232-63185), Pesanggrahan di kawasan Taman Wisata Linggarjati Indah (telp. 0232-6318 8) dan Siliwangi Park Resort (telp. 0232-63006). Walau begitu kita bisa bermalam di Balai Desa atau di rumah-rumah penduduk dengan biaya sukarela.

Fasilitas telepon kartu dapat kita jumpai di Taman Wisata Linggarjati Indah, dan Wartel hanya tersedia di Cilimus, dimana kita bisa mengirim dan menerima faksimili (telp/faks 0232-63112).

Desa Linggarjati merupkan desa yang bersejarah dimana kita bisa mengunjungi Gedung Linggarjati, yang dijadikan museum untuk mengenang perjanjian Linggarjati yang dilaksanakan tahun 1946. Setelah pendakian kita bisa menikmati pemandian air panas yang terletak di Desa Sangkan Hurip, 4 km ke arah timur Linggarjati, yang mengandung yodium, berbeda dengan kebanyakan pemandian air panas alami yang mengandung belerang.

Jalur pendakian Linggarjati ini sangat jelas, karenanya menjadi pilihan utama para pendaki. Dibandingkan dengan jalur Palutungan, jalur Linggarjati ini lebih curam dan sulit, dengan kemiringan sampai 70 derajat. Di jalur ini, air hanya terdapat di Cibunar.

Dari Desa Linggarjati berjalan lurus, kurang lebih ½ jam, mengikuti jalan desa menuju hutan pinus, kita akan sampai di Cibunar (750 mdpl). Disini kita menjumpai jalan bercabang, ke arah kiri menuju sumber mata air dan lurus menuju arah puncak. Kalau tidak bermalam di Desa Linggarjati, kita bisa berkemah di Cibunar. Persediaan air sebaiknya disiapkan disini, karena setelah ini tidak ada mata air lagi.

Dari Cibunar, kita akan mulai mendaki melewati ladang dan hutan pinus, dan kita akan melewati Leuweung Datar (1.285 mdpl), Condong Amis (1.350 mdpl), dan Blok Kuburan Kuda (1.580 mdpl), disini kita dapat mendirikan tenda. Dari Cibunar ke Blok Kuburan Kuda diperlukan waktu kira-kira 3 jam.

Jalur akan semakin curam dan kita akan melewati Pengalap (1.790 mdpl) dan Tanjakan Binbin (1.920 mdpl) dimana kita bisa temui pohon-pohon palem merah. Selanjutnya kit akan melewati Tanjakan Seruni (2.080 mdpl) dan Bapa Tere (2.200 mdpl), kemudian kita sampai di Batu Lingga (2.400 mdpl), dimana terdapat sebuah batu cukup besar di tengah jalur. Menurut cerita rakyat, dasar kawah gunung Ciremai sama tingginya dengan Batu Lingga ini. Perjalanan dari Kuburan Kuda sampai Batu Lingga memakan waktu antara 4-5 jam. Di beberapa pos, kita dapat menjumpai nama tempat tersebut, walaupun kadang kurang jelas karena dirusak.

Dari Batu Lingga kita akan melewti Sangga Buana Bawah (2.545 mdpl) dan Sangga Buana Atas (2.665 mdpl), mulai di jalur ini kita bisa memandang ke arah pantai Cirebon. Burung-burung juga akan mudah dijumpai di daerah ini, dan selanjutnya kita akan sampai di Pengasinan (2.860 mdpl), yang membutuhkan waktu 1,5 jam dari Batu Lingga. Disekitar Pengasinan banyak dijumpai Edelweis Jawa (Bunga Salju) yang langka itu, namun dari waktu ke waktu semakin berkurang jumlahnya akibat sering dipetik. Dari Pengasinan menuju puncak Sunan Telaga/Sunan Cirebon (3.078 mdpl) maih dibutuhkan waktu sekitar ½ jam lagi dengan melewati jalur yang berbatu-batu.

Dari puncak, akan kita saksikan pemandangan kawah-kawah Gunung Ciremai yang menawan. Bila cuaca cerah kita juga dapat menikmati panorama yang menarik ke arah kota Cirebon, Majalengka, Bandung, Laut Jawa, Gunung Slamet, dan gunung-gunung di Jawa Barat. Pemandangan lebih menarik akan kita jumpai pada waktu matahari terbit dari arah laut Jawa. Suhu di puncak bisa mencapai 8-13 C. Dari puncak ke arah kanan kita bisa menuju ke kawah belerang yang ditempuh dalam ½ jam perjalanan. Untuk mengitari puncak dan kawah-kawahnya diperlukan waktu 2,5 jam.

Dari puncak ke arah kiri 15-20 menit perjalanan, kita akan jumpai 3 buah cerukan yang dapat kita gunakan untuk bermalam dan membuka tenda, tempatnya cukup nyaman karena posisinya lebih rendah dari puncak dinding kawah.

Perjalanan mendaki puncak Gunung Ciremai rata-rata membutuhkan waktu 8-11 jam dan 5-6 jam untuk turun. Dengan demikian kita harus mendirikan tenda di perjalanan, karena itu perlengkapan tidur dan perlengkapan masak adalah suatu keharusan.

Pendakian pada musim kemarau culup menyenangkan karena cuaca lebih bersahabat, dan kondisi medan tidak terlalu licin serta pemandangan lebih cerah.

Rute Pendakian Jalur Palutungan

Base camp-cigowong

Jalur antara basecamp menuju cigowong relatif masih mudah. Jalanan masih landai, track bervariasi, kadang lebar kadang menyempit, namun jelas. Yang perlu diperhatikan adalah banyaknya persimpangan spanjang jalur ini. Namun tidak perlu khawatir, banyak penunjuk berupa plang-plang yang menempel di pohon-pohon. Perjalanan menuju cigowong memakan waktu rata-rata 2 jam, dengan kecepatan normal. Jalur dibuka dengan melewati ladang-ladang penduduk, begitu memasuki pintu rimba, pendaki akan melewati semak-semak yang cukup rimbun. Kondisi hutan sepanjang jalur didominasi hutan homogen pinus dan pohon-pohon besar, suasana cukup teduh. Jalur relatif bersih kecuali di beberapa shelter sebelum cigowong, sampah sisa pendaki cukup banyak.

Cigowong adalah sebuah shelter yang luas, bisa memuat puluhan tenda. Kondisi shelter ini cukup nyaman, banyak pohon besar yang rimbun dan terdapat sumber air berupa sungai kecil, yang terus mengalir walau kemarau tiba. Ketinggian tempat ini 1450mdpl. Dianjurkan untuk mengambil air di sini, karena cigowong adalah sumber air terakhir, sepanjang jalur menuju puncak tidak ada lagi sumber air, mungkin hanya mata air-mata air temporari seperti di Gua Walet.

Cigowong-Kuta

Tim membutuhkan waktu kurang dari setengah jam untuk melahap jalur ini. Jalur didominasi oleh hutan heterogen yang cukup rimbun, banyak pohon-pohon besar, kondisi jalur cukup jelas dan basah. Tidak banyak persimpangan. Pejalanan cukup melelahkan, disebabkan oleh trek yang mulai menanjak. Kondisi lingkungan cukup bersih.

Kuta berada pada ketinggian 1575mdpl, namun gps yang tim bawa menunjukkan angka 1700mdpl. Shelter ini cukup luas, bisa memuat dua tenda pendaki ukuran 4-5 orang.

Kuta-Pangguyan Badak

Memakan waktu sekitar 45 menit. Jalur bervariasi, kadang landai, kadang menanjak habis-habisan. Kanak-kiri jalur berupa jurang yang cukup curam. Kondisi jalur cukup bersih, namun seperti biasa, di shelter-shelter sebelum Pangguyan Badak sampah lumyan banyak. Jalur lebar, ada persimpangan, namun ada keterangan jelas mengenai jalur yang benar. Biasanya terdapat plang penunjuk arah atau jalur yang salah ditutup kayu.

Pangguyan Badak adalah shelter yang cukup luas, cukup untuk mendirikan 8 hingga 10 tenda. Tempatnya cukup terbuka, perlu waspada terhadap pacet. Ketinggian pada pada plang adalah 1800mdpl, pada gps 1856mdpl.

Pangguyan Badak-Arban

Jarak Pangguyan Badak menuju Arban cukup jauh, memakan waktu 1 jam lebih. Cukup menguras tenaga, jalur mulai menanjak konstan. Pendaki perlu berhati-hati, banyak pohon tumbang dan akar-akar pohon yang muncul liar. Bila diperhatikan secara seksama, akan terdengar suara sungai yang bersal dari lembah di kanan jalur. Jalur cukup jelas namun basah, ciri khas gunung-gunung di Jawa Barat.

Arban berada di ketinggian kurang lebih 2000mdpl. Menurut kabar burung, tempat yang berkapasitas 3-5 tenda ini, cukup angker. Dilarang berbicara sembarangan di sini.

Arban-Tanjakan Assoy

Seperti namanya, jalur ini benar-benar assoy, tanjakannya menggila, liar, buas, tak berujung. Kondisi jalur cukup jelas, bervariasi terkadang cukup lebar, kadang menyempit. Dihiasi oleh hutan yang merimbun dan heterogen. Jalur pendakian relatif bersih dari sampah.

Tanjakan assoy adalah tempat yang cukup luas, cocok digunakan untuk bemalam. Tempatnya luas, cukup untuk mendirikan 4-6 tenda sekaligus. Ketinggian 2108mdpl.

Tanjakan Assoy-Pasanggrahan

Memakan waktu hampir 1 jam. Perjalanan sangat sangat menguras tenaga sekali. Jalur terus menanjak tampa ampun, meski cukup jelas dan minim persimpangan. Pendaki perlu berhati-hati, jalur cukup basah dan akan menjadi sangat licin bila hujan datang.

Pasanggrahan bisa memuat sekitar 4-5 tanda. Dulu terdapat plang atau papan nama yang menunjukkan tempat tersebut adalah pasanggrahan, tapi sekarang telah tumbang. Tanda medan yang tersisa adalah pohon tumbang di tengah shelter.

Pasanggrahan-Goa Walet

Jalur tanpa toleransi, tidak ada pilihan lain selain jalan menanjak. Didominasi oleh batuan-batuan besar dan sisa-sisa lava yang membeku. Perlu kehati-hatian. Vegetasi mulai berubah, tumbuhan mulai jarang. Terdapat persimpangan di ujung jalur, nila turun ke kanan menuju gua walet, bila jalan terus ke atas, akan sampai di puncak.

Di Goa Walet terdapat mata air yang bersifat angin-anginan, bila musim hujan tiba, air cukup melimpah, namun jadi kering saat kemarau. Merupakan tempat yang ideal untuk ngecamp. Terdapat bentukan gua yang cukup dalam. Di depan gua ada area yang cukup luas, bisa memuat lebih dari 8 tenda. perjalanan memakan waktu kurang dari 1 jam. Bila berjalan sedikit lagi ke atas pendaki akan bertemu satu pertigaan lagi. Merupakan pertemuan antara jalur maja ( majalengka ) dan Palutungan. Bila ingin ke Majalengka, ambil jalan turun di sebelah kiri jalur.

Goa Walet-Puncak

Jalur menuju puncak didominasi oleh batu-batuan terjal dengan tanjakan yang curam. Vegetasi, pepohonan, mulai langka. Batas vegetasi menjadi jelas. Dari Goa Walet menuju puncak Ciremai dapat ditempuh dalam waktu setengah jam.

Puncak gunung Ciremai menawarkan pemandangan yang memukau mata. Kaldera yang luas dengan kawah biru di tengahnya. Bentukan kawah terdiri dari batuan vulkanis dan sisa-sisa lava yang membeku hasil letusan masa lalu. Dari puncak Ciremai, bila tidak ada kabut, kita dapat menyaksikan kemegahan gunung Slamet, Sindoro, dan Sumbing di ufuk timur serta garis pantai Cirebon yang melengkung cantik.

Terdapat beberapa ruang yang cukup lapang, bisa digunakan untuk membuka tenda. Namun tidak dianjurkan untuk bermalam di puncak. Angin cukup kencang dan suhu yang teramat dingin dapat mengakibatkan hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. Di puncak Ciremai terdapat banyak sekali ”in Memoriam ”, untuk mengenang dan menghormati para pendaki yang meninggal di sana. Ketinggian 3078mdpl.

Peta navigasi gunung ceremai



SIMPUL-SIMPUL DASAR DALAM PANJAT TEBING


Simpul-simpul dasar yang biasa digunakan pada panjat tebing adalah sebagai berikut :
- Simpul delapan (figure of eight knot)


- Simpul delapan ganda (double lub figure of eight knot)
- Simpul nelayan (fisherman knot)

- Simpul perusik

- Simpul pangkal (eliver hitch)
- Simpul pita

- Simpul bowline

- Simpul jangkar



- Simpul belay (Italian hitch)



- Simpul kupu-kupu
- dll